Baca Pledoi, Tio Pakusadewo Akui Ingin Bunuh Diri !

oleh

Berita Akurat – Tio Pakusadewo sebagai salah satu artis senior di Tanh Air, hari ini membacakan pledoi. Seperti yang diketahui dirinya terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba yang sudah menjerat dirinya.

Bintang film I AM HOPE itu lalu dituntut hukuman 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sontak tuntutan itu membuat pihak Tio kaget. Mereka merasa tuntutan tersebut tidak adil. Dan ketidak adilan semakin terasa jika kita menengok ke kasus artis sebelah (Jennifer Dunn) yang juga tengah menjalani sidang narkoba. Bagaimana tidak, Jedun cuma dituntut 8 bulan penjara oleh JPU, sebelum hakim menjatuhkan vonis 4 tahun penjara.

Hari ini, Kamis (28/6), Tio pun diberi kesempatan untuk membacakan Pledoi atau pembelaan agar hakim meringankan hukumannya. Ayah 3 anak itu memulai pembelaan panjangnya dengan pengenalan profil singkat dan juga cerita kecanduan narkoba selama 10 tahun lamanya.

Tio bacakan pembelaan terhadap kasusnya / Credit: KapanLagi – Bayu HerdiantoTio bacakan pembelaan terhadap kasusnya / Credit: KapanLagi – Bayu Herdianto
“Assalamualaikum. Terima kasih untuk kesempatan yang diberikan kepada saya untuk membacakan pledoi atau pembelaan. Nama saya Irwan Susetio Pakusadewo, usia saya 51 tahun, saya adalah seorang ayah, seorang duda, dengan tiga orang anak. Sebagai warga negara Indonesia, saya lebih sering bekerja sebagai seorang aktor. Dan saya juga adalah seorang pecandu narkoba yang kronis. Sebagai seorang ayah, saya memiliki kebanggaan tersendiri karena dengan cinta dan kasih sayang, karena kecintaan dan kerja keras saya, saya beberapa kali saya membawa nama Indonesia mendapat penghargaan di festival film dunia di beberapa negara dan juga menjadi sebuah kebanggaan bagi saya pribadi,” ujar Tio di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/6).

“Tetapi sebagai seorang pecandu narkoba, keterikatan selama hampir lebih dari 10 tahun kepada Narkoba. Dia telah beberapa kali membodohi akal sehat saya, tidak ada kebanggan apa-apa dan saya berupaya untuk bisa menghindari namun saya kembali kalah, terlalu kurang memperhatikan akal saya bisa menjadi gila,” sambungnya.

Tio sejatinya sempat menjalani rehabilitasi selama 3 bulan lamanya. Dan selama itu, pria yang sempat mendapatkan penghargaan Pemeran Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2009 ini mengaku sudah jauh sosok yang lebih baik. Namun ketika dibawa kembali ke dalam tahanan, dirinya merasa hancur, hingga ingin menyudahi hidupnya sendiri.

“6,5 bulan yang lalu saya diborgol di hadapan anak-anak saya, saya digiring ke Polda, 10 hari ditahan di sana, dengan barang bukti. Polisi kemudian mengeluarkan dan memasukkan saya ke Bhayangkara, di unit rehabilitasi Narkoba untuk menjalani rehab di rumah sakit tersebut. 3 bulan menjalani rehab di rumah sakit Bhayangkara, dan 2 bulan lebih menunggu putusan yang mulia yang sudah di final.Indonesia yang terjerumus menjadi korban kejahatan Narkotika. 3 bulan rehab kemudian menyehatkan raga dan pikiran saya, meskipun yang terjadi di tempat rehab tersebut banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan saya seperti hal sepele seperti makanan dan lain-lain. Tetapi ketika masuk penjara, dan masuk ke ruang sidang, semangat saya kini menjadi hancur. Kesehatan saya drastis menurun, dan beberapa kali berpikir untuk menyudahi saja hidup saya,” kenang Tio.
“Ini adalah hukuman terberat yang pernah saya alami. Sungguh hukuman yang menguras tenaga maupun pikiran saya, sebagai seorang warga biasa dan warga-warga di penjara Cipinang, tidak ada hari tanpa saya menyesali kekeliruan yang sudah saya buat. Saya menyadari sepenuhnya bahwa saya ini sakit, saya sakit dan saya butuh pertolongan untuk bisa kembali sehat. Selama 2 bulan lebih saya memiliki pengalaman dan pengetahuan bahwa di penjara kurang tepat yang membuat saya kembali sehat,” ujarnya lagi.

Setelah hukumannya selesai nanti, Tio berjanji akan berubah. Bahkan Ia juga berniat untuk menjalani program positif seputar pemberantasan narkoba. Tak sendirian, Ia bahkan telah membicarakan masalah ini dengan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya.

“Majelis hakim yang mulia saya ingin kembali sehat. Saya ingin kembali di pelukan anak-anak yang saya cintai, saya ingin kembali berguna dan berlaku membuat negeri ini maju. 10 tahun menjadi pecandu tidak akan menghalangi niat saya untuk kembali memberi manfaat bagi negeri ini, dan hal itu pula lah yang disetujui dan menjadi pembicaraan antara saya dengan direktur narkoba Polda Metro Jaya, Bapak Suwondo. Pengalaman pahit yang sudah saya lalui akan dapat menjadikan alat agar supaya generasi muda tidak mudah tersentuh oleh penyelewengan narkoba. Saya sudah berjanji kepada direktur narkoba dan tim unit narkoba Polda Metro Jaya, bahwa kami sepakat untuk membuat suatu kegiatan dalam rangka mempersempit ruang narkoba bagi generasi muda, dan ini akan kami lakukan seusai program rehab yang sudah ditetapkan oleh Polda Metro Jaya yang saya sudah menjalani. Seperti yang disampaikan oleh bapak Donny sebagai Kasubdit 2 narkoba Polda Metro Jaya bahwa selepas kepergian kasus saya ini, saya ingin dapat segera kembali ke pelukan masyarakat dan kemudian bersama-sama dengan tim unit narkoba Polda Metro Jaya menjalankan program demi menyelamatkan generasi muda yang belum tersentuh Narkoba. Dan di sini lah saya ada saran di ruangan ini dan saya mengaku bersalah saya menyerah saya pasrah dan sekali lagi saya katakan bahwa saya menyesali apa yang telah saya perbuat pada diri saya ini,” jelas pria berusia 54 tahun ini.

Terakhir, Tio berharap agar pihak pengadilan bersedia untuk mempertimbangkan vonis hukuman yang ringan padanya. Tentunya akan jauh lebih baik jika Tio bisa mendapati vonis untuk menjalani rehabilitasi saja.

“Saya tidak tahu apakah saya mendapatkan kesempatan untuk menuntut dosa dan kesalahan saya sebagai pecandu, saya juga memohon kepada majelis hakim agar supaya saya diberikan kesempatan untuk menjalankan rehab seperti tiga bulan yang pernah saya jalani. Saya hanya warga negara yang telah mengakui kesalahan dan berharap hukum berlaku adil, saya warga negara yang tidak berdaya di hadapan hukum, karena hukum adalah tempat saya berlindung. oleh karenanya atas nama hukum dan keadilan saya mohon kepada majelis hakim yang terhormat untuk memberikan saya keadilan. Apakah kesempatan itu bisa membantu menyelamatkan generasi muda seperti yang direncanakan agar bisa terlaksana? Sepenuhnya keputusan ada di tangan bapak-bapak, maafkan bila yang saya sampaikan itu kurang berkenan. semoga majelis hakim yang mulia dan Allah SWT dapat memberikan keputusan yang tepat bukan hanya untuk diri saya tetapi juga untuk kehidupan generasi yang selanjutnya,” pungkas Tio.

Pada sidang pembacaan Pledoi itu, Tio mendapat dukungan dari beberapa artis yang hadir. Mereka antara lain Wulan Guritno, Jajang C Noer, Jefri Nichol, Baim Wong dan juga Paula Verhoeven.

Sumber : Kapanlagi.com

Situs Poker

ENJOYQQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *