Miris! Siswi SMA Di Mojokerto Ini Jadi Lumpuh Karena Dihukum Squat Jump

oleh
Berita Akurat

Berita Akurat – Bagi sebagian orang mengatakan bahwa squat jump adalah salah satu olahraga yang memang bagus untuk kesehatan tubuh kita, tapi sebagian orang lagi mengatakan bahwa squat jump dapat berbahaya dan bisa menimbulkan cedera apabila kita tidak berhati-hati atau karena terlalu lelah.

Seperti yang dialami oleh seorang siswi kelas XI SMAN 1 Gondang, Mojokerto bernama Mas Hanum Dwi Aprilia ini mendadak lumpuh. Ia diduga lumpuh setelah menjalani hukuman squat jump di sekolah.

Sekedar info bahwa Squat jump merupakan salah satu gerakan olahraga yang dilakukan dengan posisi awal tubuh berdiri dan kaki dibuka lebar. Kemudian tangan diletakkan dibelakang kepala, lalu sedikit melompat dengan mendarat pada posisi setengah jongkok, hingga lutut tertekuk dan tidak melebihi jari-jari kaki.

Hukuman itu diberikan ke Hanum karena telat datang di kegiatan Ekskul Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) pada Jumat (13/7) pagi.

Hanum saat ini menjalani pengobatan alternatif di Sangkal Putung Desa Pandanarum, Pacet, Mojokerto. Kondisi santri Pondok Pesantren (PP) Al Ghoits, Gondang ini hanya bisa berbaring.

Berita Akurat

Pengasuh PP Al Ghoits M Rofiq Afandi mengatakan bahwa Hanum baru benar-benar lumpuh pada Rabu (18/7) pagi. Setelah melaksanakan salat subuh dia tak bisa jalan maupun duduk.

Saat dibawa ke pengobatan saraf alternatif, lanjut Gus Rofiq, kondisi Hanum sudah cukup parah. Selain tak bisa jalan dan duduk, kedua kaki siswi kelas XI IPS 2 SMAN 1 Gondang ini tak bisa ditekuk.

Diketahui, hukuman yang diberikan ke Hanum dikarenakan telat datang di kegiatan Ekskul Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) pada Jumat (13/7) pagi. Saat itu seorang teman korban juga telat. Yang mengejutkan, hukuman squat jump itu diberikan ke korban hingga puluhan kali.

Setelah kegiatan ekskul, Hanum harus diantar pulang ke pondok oleh teman-temannya. Saat itu korban mengeluh sakit di kedua kakinya.

Keesokan harinya, korban pulang ke rumahnya untuk berobat. Baru Minggu (15/7) sore Hanum kembali ke pondok Al Ghoits. Saat itu dia masih bisa berjalan meskipun pincang. Untuk ke kamar mandi dia harus dibopong teman sesama santri.

Sehingga sejak hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, Senin (16/7), dia tidak lagi mampu berangkat ke sekolah. Puncaknya pada Rabu (18/7), korban benar-benar lumpuh.

Gus Rofiq pun berharap kepada pihak sekolah untuk bisa menanggung penuh biaya pengobatan Hanum.

ENJOYQQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *