Mungkinkan Seseorang Orgasme Sampai Pingsan ? Berikut Penjelasannya

oleh
Berita Akurat

Berita Akurat – Orgasme tentunya sangat dicari dan diinginkan oleh setiap pasangan setiap berhubungan seksual. Banyak juga yang menyatakan kalau bukan seks tanpa orgasme.

Meski begitu, beberapa orang bisa sampai pingsan setelah orgasme, padahal tidak sedang bermain peran juga tidak terlibat seks “kasar” ala BDSM. Anda pernah mengalaminya? Kira-kira apa penyebabnya, ya?

Kenapa bisa pingsan setelah orgasme?

Kebanyakan orang mungkin hanya tahu seks itu enak, tapi tidak tahu apa yang membuatnya terasa enak. Untuk mencapai kenikmatan duniawi itu, tubuh Anda akan lebih dulu melewati berbagai perubahan fungsi.

Dari menit pertama rangsangan sampai detik-detik menuju orgasme, jantung akan berdebar lebih cepat untuk memompa darah, menyebabkan aliran darah semakin deras. Di sisi lain, semakin jantung berdetak kencang maka tekanan darah juga ikut meningkat.

Ketika lebar pembuluh darah paru tidak dapat menampung derasnya aliran darah dari jantung, hal ini akan menyebabkan Anda lebih sulit bernapas lega. Itu sebabnya napas pendek bertempo cepat yang megap-megap tak beraturan (hiperventilasi) juga menjadi salah satu efek setelah orgasme.

Nah ketika paru-paru tidak mendapatkan cukup pasokan oksigen, hiperventilasi menyebabkan tingkat karbon dioksida dalam darah menurun drastis. Hal ini akan mengurangi aliran darah ke otak sehingga dapat menyebabkan kelemahan sistem saraf, yang salah satunya ditandai dengan pingsan setelah orgasme.

Baca Juga : Inilah Akibat Sering Melakukan Seks Bagi Pria Maupun Wanita !

Apakah ini wajar?

Efek samping pingsan setelah orgasme sebenarnya tidak cukup umum. Namun, reaksi ini bisa lebih mungkin terjadi pada orang-orang yang memiliki sindrom POTS, yaitu sindrom darah rendah yang membuat kepala pusing berputar setelah bangkit berdiri dari duduk atau tiduran secara tiba-tiba.

Posisi tubuh yang berubah-ubah dengan cepat selama bercinta, terutama apabila manuvernya cukup ekstrem, dapat menyebabkan tekanan darah menurun drastis.

Selain itu, orang-orang yang memang memiliki gangguan irama jantung (aritmia) juga lebih rentan pingsan setelah orgasme. Aritmia menyebabkan kondisi jantung berdetak secara tidak normal, entah itu terlalu cepat, terlalu lambat, berdetak terlalu dini (prematur), atau tidak beraturan.

Hal ini meningkatkan risiko tubuh cepat melemah karena otak dan paru-paru tidak mendapat pasokan oksigen yang mencukupi untuk berfungsi optimal. Terlebih, gejala aritmia bisa diperparah dengan aktivitas fisik yang terlalu intens, seperti seks.

Apapun penyebabnya, sebaiknya periksakan diri ke dokter jika pingsan sampai berulang kali setelah berhubungan seks. Dengan begitu, perawatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Selain itu, dokter juga akan memberikan rekomendasi tertentu agar efek orgasme yang bisa membahayakan tubuh dapat dihindari.

Sumber : Okezone.com

ENJOYQQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *